Beranda foto Pelajar SMP Pesta Miras Oplosan, 1 Tewas & 12 Teller

Pelajar SMP Pesta Miras Oplosan, 1 Tewas & 12 Teller

1940
0

SANGATTA,Suara Kutim.com (30/4)
Kasus pelajar mengoplos minuman keras (Miras) bukan hanya kabar burung, bahkan telah merenggut nyawa. Catatan Puskesmas Sangatta Selatan, dari 13 siswa dasar dan lanjutan dirawat intensif satu diantaranya tidak dapat tertolong lantaran kondisinya sudah kritis.
Kepala Puskesmas Sangsel dr Suriani menyebutkan pada tahun 2013 terjadi 4 kasus over dosis yang melibatkan 3 anak SD dan 1 anak SMP. “Tiga anak SD lainnya dapat terselamatkan dan 1anak SMP meninggal kerena dugaan ngelem. Kemudian, pada tahun 2014, ada menemukan 5 kasus yang melibatkan anak SMP,” terangnya, Kamis (30/4) siang.
Pada tahun 2015, disebutkan, kasus over dosis terjadi 4 kali dengan korban pelajar SMP. Bersama Dr Eko Handoyo, disebutkan over dosis dikarenakan campuran berlebihan dan tidak sesuai dengan fungsi bahan yang dikonsumsi.
Lantaran dikonsumsi secara terus menerus, menyebabkan keracunan menjalar gagal ginjal hingga tidak bisa kencing. ”Tubuh tidak bisa menerima bahan-bahan yang berlainan tercampur jadi satu lalu dikonsumsi. Kalau dipaksakan akan keracunan, kemudian berakibat ginjal tidak berfungsi dan terparah tidak bisa kencing. Karena sudah parah, makanya ada anak kita satu yang meninggal,” ungkap Dr Eko.
Prihatin dengan maraknya pelajar menggunakan miras, kedua dokter menyebutkan ikut prihatin. “Bahaya minuman oplosan bukan rahasia lagi. Kalau ini terus kita biarkan, maka tentunya akan menjadi malapetaka buat anak-anak kita yang notabene penerus bangsa. Kalau anak kita hancur, maka akan seperti apa negara kita nanti. Untuk meminimalisir hal itu maka kita juga bergerak terus melakukan promosi kesehatan. Baik sosialisasi pencegahan narkoba maupun yang terkecil seperti halnya komix dan ngelem. Ini terus dan rutin kita lakukan,” beber keduanya.(SK-07/SK-08)

Artikulli paraprakHadapi Remaja Nakal, Polisi Lakukan Pembinaan Namun Tetap Lakukan Penindakan
Artikulli tjetërTim Gabungan, Amankan 7 Ton Pupuk Subsidi