Beranda ekonomi Petani Tambak Mengeluh Pupuk Kerap Sulit Didapatkan

Petani Tambak Mengeluh Pupuk Kerap Sulit Didapatkan

0
Petani tambak di Desa Muara Bengalon saat melakukan panen ikan bandeng, namun sayang ikan yang terkenal di Surabaya ini kurang diminati sehingga harga jualnya kerap anjlok sementara biaya produksi melambung tinggi. (Foto Humas / Zainul)

Loading

SANGATTA,Suara Kutim.com (5/3)
Petani tambak di Desa Muara Bengalon Bengalon mengeluh kesulitan memperoleh pupuk baik subsidi maupun non. Keluhan itu diterima Bupati Isran Noor dan Wabup Ardiansyah Sulaiman ketika bertandang ke desa yang banyak tambak itu, MInggu (1/3). “Salah satu kesulitan kami sebagai petani tambak adalah mendapatkan pupuk baik subsidi ataupun pupuk non subsidi,” ungkap Ari Ketua Kelompok Nelayan yang hari itu tambaknya sedang panen ikan bandeng.
Disebutkan, untuk mendapatkan pupuk nelayan harus mengeluarkan biaya cukup besar karena harga pupuk subsidi dengan non subsidi tidak jauh berbeda. Ia menerangkan, pupuk subsidi di Sangatta dijual Rp60 ribu per karung isi 50 Kg sedangkan untuk non subsidi Rp90 ribu. “Namun kalau sampai diberima sampai di tambak mencapai diatas Rp100 ribu,” ungkap Ari yang mengaku biaya produksi dalam beberapa bulan terakhir tinggi.
Pria yang akrap disapa Ari Cambang menyebutkan dengan luas tambak 74 Ha mulai digarap sejak tahun 2006. Meski kerap kesulitan mendapatkan pupuk, diakui setiap tahun mampu panen 2-3 ton per hektare dengan harga jual Rp13 ribu perkg. “Jujur saja selain pupuk, masalah lain yakni pemasaran karena kebutuhan di Sangatta tidak tinggi,” ungkap Ari yang mengaku pernah survey di Tempat pelalangan Ikan (TPI) Kenyamukan untuk menawarkan ternyata tidak ada yang respon.(SK-07)