Beranda hukum Proses Pemindahan Tahanan Tidak Manusiawi

Proses Pemindahan Tahanan Tidak Manusiawi

0

Loading

SANGATTA,Suara Kutim.com
            Pengiriman tahanan dari Polres Kutim dari Mapolres ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sangatta, Senin (21/4) pagi, dinilai tidak manusiawi. Pasalnya, saat keluar dari Bus Polres Kutim yang membawa  para tahanan, ternyata mereka dalam keadaan diborgol.
Tahanan ketika  diborgol kaki dan tangan
            Namun, mengenaskannya mereka yang keluar dari bus dalam keadaan tangan diborgol yang tersambung dengan kaki rekannya sehingga saat berjalan harus membungkuk dan tidak bisa cepat. Perlakukan itu juga dirasakan kepada tahanan wanita yang berjumlah 12 orang. Sejumlah keluarga korban yang menyaksikan tak tahan menahan air mata. “Kasihan bapak ma,” teriak seorang anak ketika melihat bapaknya dalam keadaan kaki diborgol.
            Model pengamanan yang dilakukan aparat Polres Kutim ini memang tidak jauh berbeda dengan gambaran tahanan teroris milik Amerika Serikat yang di Kuba. Tak heran, ketika dua tahanan berjalan mereka harus hati-hati karena yang satu bisa melangkah mudah karena harus menunggu satu tahanan lainnya yang harus berjalan bungkuk.
            Ketika tiba, didepan ruang tahanan kejaksaan, sejumlah petugas kejaksaan langsung membuka borgol yang ada. “Waduh kenapa diborgol begini, kan bisa digabung empat orang tapi tetap ditangan jika begitu mau lari kemana juga,” ungkap seorang pegawai kejaksaan.(Tim SK)