Beranda ekonomi PT KTI Sudah Berusia 10 Tahun, Banyak Anak Usaha Namun Belum Menyumbang...

PT KTI Sudah Berusia 10 Tahun, Banyak Anak Usaha Namun Belum Menyumbang PAD

0
MANGKRAK : PLTG yang dibangun anak perusahaan PT KTI di Kabo Sangatta Utara, sampai sekarang tidak ada kejelasan bahkan semakin membumbung utang.

Loading

SANGATTA,Suara Kutim.com (19/5)
Sudah berdiri 10 tahun, kenyataannya Perusda (Perusahaan Daerah) Kutai Timur Investama (KTI) belum memberikan hasil apa-apa. Berdasarkan data Dispenda Kutim belum ada deviden dari KTI. “KTI belum ada hasil apa-apa, pemkab hanya dapat penerimaan deviden dari penyertaan modal di Bank Kaltim senilai Rp4,3 miliar, kemudian dan dari BPR senilai Rp100 juta. Pendapatan dari penyertaan modal tahun lalu senilai Rp4,4 miliar,” jelas Kadispenda Kutim Yulianti.
Didampingi Kabid pajak dan Retribusi Daerah Musyaffa, ia menyebutkan kehadiran Perusda KTI diharapkan bisa memberikan kontribusi dalam penerimaan daerah. “Kenyataannya tidak ada sama sekali bahkan sejak dibentuk beberapa tahun lalu,” timpal Musyaffa.
Terhadap kinerja Perusda KTI yang dianggap Dispenda Kutim belum memberikan kontrubusi penting terutama terhadap PAD, Sekertaris Ismunandar mengakui pemkab sedang mengevaluasi perusahan. “Pemkab akan mengevaluasi Perusda, karena kinerjanya masih minim,” akunya saat ditemui Selasa (19/5).
Ismunandar membenarkan telah dilakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) KTI. Hanya saja, ia belum mengetahui persis hasilnya. “Pemkab masih menunggu hasil RUPS, hingga sekarang belum dapat laporan sehingga belum bisa komentar. Tapi, tentu dalam RUPS itu ada rekomendasi-rekomendasi, apa yang akan dilakakukan,” jelasnya.
KTI merupakan BUMD Pemkab Kutim, selama ini diketahui memiliki beberapa anak perusahaan salah satunya PT Kutai Timur Energi (KTE) yang bermasalah, setelah dipercaya mengelola saham PT KPC milik Pemkab Kutim seniali Rp576 M.
Perusahan ini juga pernah mengelola usaha penggemukan sapi namun hasilnya nihil, bahkan tak ada satu ekor sapi yang masih kelihatan, meskipun saat awal ratusan ekor. KTE juga membangun Pembangkit Listrik Tenaga Gas Batubara (PLTGB) di Kabo Jaya yang tak jelas kelanjutannya.(SK-02/SK-09)