Beranda ekonomi Siang Tadi, APBD Kutim Bertambah Rp500 M Diantaranya Untuk Pilkada

Siang Tadi, APBD Kutim Bertambah Rp500 M Diantaranya Untuk Pilkada

0
Salah satu kegiatan Pilkada Kutim yang dibiayai melalui APBD Perubahan Tahun 2015.

Loading

SANGATTA,Suara Kutim.com (8/9)
Anggaran Pendapatan dan Pembangunan Daerah (APBD) Kutim tahun 2015 resmi berubah menjadi Rp3,4 triliun atau mengalami penambahan Rp500 M seperti diusulkan Bupati Ardiansyah Sulaiman.
Perubahan APBD Kutim ini disetujui DPRD Kutim yang menggelar rapat paripurna, Selasa (8/9) siang. Dipimpin Ketua DPRD Mahyunadi, semua fraksi sepakat dengan perubahan APBD 2015 yang semula Rp2,9 triliun.
Meski demikian beberapa fraksi memberikan catatan dan penekanan khusus terhadap penggunaan APBD 2015 termasuk perubahan. Koreski sebagai catatan bagi pemkab itu disampaikan Fraksi Demokrat dan PPP. Kedua fraksi berharap pemkab benar-benar mengelola anggaran until kesejahteraan rakyat Kutim melalui program kerja di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) masing-masing.
Rapat yang diikuti 27 anggota DPRd Kutim, ditandai dengan pembacaan putusan DPRD serta penandatangan kesepakatan antara Ketua DPRD Mahyunadi dengan Asisten Kesra Setkab Kutim Mugeni, mewakili Bupati Ardiasnyah Sulaiman.
Dalam usulan pada Rabu (12/8) lalu, Pemkab Kutim mengusulkan APBD Perubahan Tahun 2015 sebesar Rp502,3 M. Usulan penambahan Rp502,3 M dimana pendapatan daerah mengalami perubahan menjadi Rp3,41 triliun dari target Rp2,91 triliun sedangkan belanja daerah menjadi Rp3,82 triliun dari target awal Rp3,19 triliun.
Sementara belanja daerah bertambah Rp634,3 triliun yang berdampak terhadap belanja lansung dan tidak langsung serta pembiayaan SKPD sehingga terjadi keseimbangan dalam struktur APBD, disisi lain perubahan belanja untuk mendukung program atay kegiatan yang belum dialokasikan serta menampung pergeseran APBD.
APBD Kutim mengalami perubahan akibat 4 faktor utama yakni perkembangan penyerapan anggaran pada semester pertama baik fisik maupun keuangan, kemudian evaluasi hasil pelelangan yang terjadi efisiensi signifikan serta penuntasan pekerjaan multi years termasuk pembiayan Pilkada tahun 2015.
Terhadap pembiayaan daerah, diakui mengalami perubahan dari Rp282 M menjadi Rp414 M atau naik Rp132 M. Kemudian penerimaan pembiayan Rp429 M atau naik Rp142 M dari target awal Rp287 M yang tiada lain dari silpa tahun 2014 setelah dikoreksi.(SK-05/SK-13)