Beranda ekonomi Sudah 700 Ha Sawah Kekeringan, 280 Ha Terancam Puso

Sudah 700 Ha Sawah Kekeringan, 280 Ha Terancam Puso

0
MENGERING : Salah satu sawah di Kaliorang yang mengalami kekeringan akibat kemarau.

Loading

SANGATTA,Suara Kutim.com (10/8)
Dinas Pertanian dan Peternakan Kutim memperkirakan 700 Ha sawah terancam kekeringan akibat kemarau yang sudah terjadi 2 bulan terakhir, diperkirakan 280 Ha diantaranaya terancam puso. Untuk menyelamatkan sawah yang mulai mengenaskan, Dinas Pertanian menyiapkan pompa namun terkendala sumber air. “Pompa sudah disiapkan, namun sumber airnya belum ditemukan sementara kekeringan terus meningkat,” terang Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Syarifuddin Ginting.
Dari 700 Ha yang mengering, ujar Syafruddin Ginting terbanyak di Kaliorang yang mencapai 246 Ha bahkan ada 98 Ha terancam puso. Diakui, jika dalam sepekan kedepan tidak ada hujan atau gagal disuplai air dipastikan lahan yang sudah berbuah gagal panen.
Kepada Suara Kutim.com, pria yang akrab disapa Ginting ini menyebutkan sejak sebulan lalu upaya mengantasi kekeringan sudah dilakukan instansinya. Namun, kendala yang ditemui sumber air jauh dari lokasi selain itu juga dibutuhkan warga masyarakat.
Ginting menyebutkan upaya suplai air dilakukan agar sawah yang ada bisa dipanen meski hasilnya tidak maksimal. “Saat ini diupaykan puso dapat diminimalkan hingga lima puluh persen dari produksi rata-rata sehingga bisa mengurangi kerugian petani,” bebernya.
Sejumlah petani di Kaliorang mengaku pasrah dengan keadaan sawah mereka yang mulai mengering akibat kemarau yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Sugimin (38) warga Jalan Kenari Kaliorang menyebutkan swahnya seluas 1 Ha kini kering kerontang. “Kalau tidak ada hujan, pasti gagal panen sementara kebutuhan air selama ini hanya untuk keperluan rumah seperti masak dan mandi,” terang Sugimin belum lama ini.(SK-03/SK-05/SK-12)