Beranda ekonomi Terdapat 55,301 Jiwa penduduk miskin extream di Kutai Timur, Wabub Minta Di...

Terdapat 55,301 Jiwa penduduk miskin extream di Kutai Timur, Wabub Minta Di Validasi Ulang

0
Wakil Bupati Kutai Timur, Kasmidi Bulang saat memimpin rapat Coffe Moring bersama para asisten, edisi minggu pertama oktober.

Loading

SuaraKutim.com, Kutai Timur – Baru-baru ini pemerintah pusat melalui pensasaran percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem (P3KE), merilis data yang menyatakan bahwa  terdapat 11.802 Kepala Keluarga (KK) atau 55,301 Jiwa penduduk Kabupaten Kutai Timur yang dikategorikan sebagai penduduk miskin ekstream.

Hal tersebut diungkap langsung oleh Wakil Bupati Kutai Timur saat memimpin Rapat kerja Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) edisi awal Oktober 2022 yang menghadirkan seluruh perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) hingga pemerintah kecamatan di Ruang Meranti, kantor Bupati Kutai Timur, Senin (03/10/22).

“ini data yang kita dapat, makanya beberapa minggu lalu kita langsung rapat di Bappeda (badan perencanaan pembangunan daerah, red) sampai tengah malam, dan data ini kita semua pasti shock dan tidak menerima, semuanya pasti kita para camat tidak setuju, tapi kita mau bilang apa data ini sudah ada secara nasional, resmi data ini dilansir kepada kita semua,” ungkapnya.

Selanjutya sebagai tindak lanjut atas data tersebut orang nomor dua di Kutai Timur itu meminta kepada para camat, untuk memvalidasi ulang data yang tersedia dengan cara mengecek langsung individu yang terdata dalam laporan P3KE tersebut, sebab baginya tidak ada masyarakat Kutai Timur yang kemiskinannya terpantau ekstream.

“nanti pak camat, bu camat, itu ada data by name by adress, saya minta itu nanti kita sasar orang-orang itu, semuanya buat refrensi, data yang lebih akurat itu kan bapak yang lebih tau (camat,red) daripada kami di Kabupaten, saya yakin tidak ada yang terlalu ekstream,” jelasnya.

Selanjutya Camat Sangkulirang, Rahmat dalam kesempatan tersebut menyampaikan ia merasa kaget dengan data yang menyebutkan bahwa ada 6.631 jiwa atau sebanyak 27% dari total penduduk 24.283 yang tergolong miskin ekstream, ia mengaku bahwa pihaknya pernah melakukan pendataan untuk keperluan pasar murah yang menyasar penduduk miskin di Kecamatan Sangkulirang.

“data itu kita minta dari setiap desa, berdasarkan kretaeria dan petunjuk dari dinas perindustrian bahwa terkumpul data yang benar benar nanti bisa menerima pasar murah itu jumlahnya untuk kecamtan sangkulirang 1500 sekian pak, kalau kita sandingkan sama jumlah penduduk itu nda sampai 10% pak, maknya kami merasa kaget juga pak, sehingga perlu memferivikasi data yang ada” pungkasnya. (Red/SK-5)