Beranda ekonomi Travel Menjamur, Terminal Bus Sepi

Travel Menjamur, Terminal Bus Sepi

0
Suasana di terminal antar kota di Sangatta Selatan.

Loading

SANGATTA,Suara Kutim.com (15/6)
Ketua Organda Kutim Abdul Haris mengkritik terus bertambahnya travel yang beroperasi di Kutim. Pasalnya, membengkaknya jumlah perusahaan travel di Sangatta, diakuinya terminal yang dibangun pemkab tidak bermanfaat lagi karena tidak digunakan maksimal. “Kami minta Dinas Perhubungan melakukan survey terlebih dahulu sebelum memberikan izin operasi terhadap travel. Sekarang ini di Sangatta terdapat 23 travel. Jumlah ini sangat tidak ideal, dengan jumlah penumpang,” sebut Abdul Haris.
Pria yang disapa Ollang ini menambahkan akibat banyaknya travel, tidak banyak mobil yang masuk terminal. Ia menandaskan, jika terus dibiarkan sama membinasakan usaha pengusaha angkutan umum yang sudah lama operasi. “Kalau seperti ini, bisa jadi nantinya pengusaha angkutan umum juga mengunakan angkutan plat hitam nantinya seperti travel,” kata Ollang saat berlangsung coffee Morning di kantor Bupati Kutim, awal pekan tadi.
Menurutnya kalau memang tidak digunakan maksimal, untuk apa bangun terminal yang dibiayaai dari APBD dengan mahal. Terkait dengan keluhan organda, Kepala Dinas Perhubungan Kutai Timur Johansyah Ibrahim pada wartawan menyebutkan keberadaan travel tidak bisa dihindari.
Menurut Johansyah, travel memberikan pelayanan terbaik bagi warga sedanhkan terminal untuk penumpang angkutan umum. Kepada wartawan, ia menambahkan pilihan moda angkutan merupakan hak masyarakat karena tariff dan pelayanannya beda. “Yang mau naik travel itu pilihan, tidak bisa dilarang sama dengan taksi graf di Jakarta tidak bisa dilarang. Karena itu pilihan, meskipun masyarakat bayar mahal, tapi karena layanannya bagus tetap dipilih masyarakat,” beber Johansyah.
Menyinggung izin travel, diakui dari 23 travel yang beroperasi di Kutim hanya 5 yang izinnya dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan Kutim sisanya oleh Dinas Perhubungan kaltim, sesuai dengan regulasi. “Semua punya izin, untuk angkutan antara kota izinnya diberikan Dishub Kaltim sementara soal jaminan keselamatan penumpang semua travel mengasuransikan penumpangnya pada Jasa Raharja,” terang Johansyah.(SK2/SK3)