Beranda hukum Tunjangan Besar, Banyak Oknum Guru Ijin Minta Bercerai

Tunjangan Besar, Banyak Oknum Guru Ijin Minta Bercerai

0

Loading

SANGATTA,Suara Kutim.com (24/11)
Besarnya tunjangan yang diberikan kepada guru di Kutai Timur ternyata tidak menjadi jaminan bagi guru-guru di Kutim untuk langgeng dalam membina mahligai rumah tangga. Malahan saat ini diketahui bahwa tren perceraian di kalangan guru-guru di Kutim malah meningkat.
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kutai Timur, Iman Hidayat, kepada wartawan, Kamis (24/11) usai dilantik sebagai Ketua PGRI Kutim periode tahun 2016 hingga 2020, ia menyebutkan salah satu permasalahan serius yang dihadapi PGRI Kutim saat ini adalah meningkatnya tren perceraian di kalangan guru. “Tren ini semakin tahun semakin naik persentasenya, jika hanya 0,05 persen kini menjadi satu persen,” ungkap Iman,
Disinggung alasan perceraian, diakui banyak alasan yang menjadi latar belakang hingga dimediasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kutim. Iman menyebutkan faktor ekonomi, ketidak puasan terhadap pasangan hingga faktor permasalahan keluarga. “Namun alasan dominan dari sekian pasangan guru yang saat ini mengajukan proses perceraian dan sedang dilakukan mediasi adalah faktor permasalahan keluarga,” akunya.
Dibulan November 2016, oknum guru yang sedang menjalani mediasi karena perceraian sebanyak 9 orang. Dikbud Kutim, ujar Iman, terus berupaya melakukan mediasi dan jika memang tidak bisa tertangani baru akan dilimpahkan kepada pihak Pengadilan Agama (PA) Sangatta.”Kalau bercerai itu ada alasan yang jelas dan tegas, serta dapat dibuktikan beda jika yang minta cerai pihak istri,” ungkap Iman.(SK2/SK3)