Beranda hukum Undang KPU Dan Bawaslu, GMNI Kutim Rayakan Dies Natalis Ke 69, Bahas...

Undang KPU Dan Bawaslu, GMNI Kutim Rayakan Dies Natalis Ke 69, Bahas Ruang Demokrasi

0
Suasana Perayaan Dies Natalis GMNI Kutim, ke 69 bersam KPU dan Bawaslu Kutai Timur

Loading

SuaraKutim.com, Kutai Timur – Mengusung tema “Demokrasi dan Ruang Digital Menuju Pemilu Tahun 2024”,  Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Kutai Timur merayakan Dies Natalisnya yang ke-69 dengan membuat diskusi publik.  Sabtu, (25/3)

GMNI, organisasi mahasiswa yang didirikan pada tahun 1950, telah menjadi salah satu organisasi mahasiswa yang aktif dalam melakukan pergerakan dan perjuangan demi kepentingan rakyat Indonesia. Dalam perayaan Dies Natalisnya yang ke-69, yang bertempat di kedai coffe time Sagatta. GMNI Cabang Kutai Timur yang mengadakan diskusi panel tentang isu-isu terkini bersama dengan Komisioner Komisi Pengawasan Pemilu (KPU) dan Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kutai Timur.

Melalui sambutannya, Ketua Dewan Pimpinan Daerah GMNI Kalimantan Timur, Andi Muhammad Akbar, menjelaskan pandangannya mengenai demokratisasi di Tanah Air. Bahwa sejatinya demokrasi substansial sepatutnya diwujudkan melalui kebebasan individu serta mengedepankan hak sipil.

“Demokrasi prosedural ini harus dimajukan menjadi demokrasi yang substansial. Ketika pemimpin-pemimpin di daerah yang terpilih, para wakil rakyat yang terpilih dia mampu memberikan sumbangsih (melalui) jabatannya. Untuk menyuarakan kebijakan-kebijakan yang berpihak ke masyarakat,” jelasnya.

Selain itu ia juga menyinggung peluang dan tantangan generasi zilenial menjelang pesta demokrasi tahun 2024 mendatang. Menurutnya, angkatan muda yang lahir antara tahun 1997-2009 perlu mempersiapkan diri menghadapi pemilihan umum (Pemilu) tahun depan. Terutama dalam menanggulangi polarisasi yang diwarnai dengan politik identitas.

“Disinilah peran GMNI harus berpihak bahwa Pemilu 2024 nanti tidak boleh menjadi Pemilu yang 2017 atau 2019,” urai Akbar, sapaan karibnya.

Di tempat yang sama, Ketua Persatuan Alumni GMNI Kutai Timur, Puji Kinasih, mengungkapkan usia organisasi yang membesarkannya itu sudah terbilang tua. Artinya kematangan dalam berpikir maupun bertindak adalah sebuah keniscayaan bagi GMNI.

“Selalu membangun ruang-ruang diskusi dan literasi sebagai bekal kita kedepan. Ketika kita sudah kembali ke masyarakat,” ungkapnya.

Sebelumnya Ketua Panitia Dies Natalis GMNI ke-69, Julianto, mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan dalam memupuk kebersamaan pada momentum hari jadi para kaum marhaenis.

Pada kegiatan itu narasumber Diskusi Publik sebanyak empat orang diantaranya Komisi Pemilihan Umum, Handoko, Badan Pengawas Pemilihan Umum, Budi Wibowo, Ketua PA GMNI Kutim, Puji Kinasih dan Bendahara DPD PA GMNI Kaltim, Aleks Bhajo. (SK-05/Arf)