Beranda ekonomi Underpass Inul Lignite Buatan KPC, Sebagai Bukti Anak Bangsa Mampu Berkarya...

Underpass Inul Lignite Buatan KPC, Sebagai Bukti Anak Bangsa Mampu Berkarya Lebih Bagus

0
Prosesi peresmian Underpass Buatan PT KPC. (Foto Humas KPC)

Loading

SANGATTA,Suara Kutim.com (12/4)
PT Kaltim Prima Coal (KPC) berhasil membangun perlintasan jalan umum dengan jalan tambang (underpass) Inul Lignite. Proyek tergolong penting ini dibangun di ruas Sangatta-Simpang Perdau Bengalon dan resmi dioperasikan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VII, Banjarmasin, Senin (11/4).
“Terima kasih kepada KPC atas kerjasamanya karena bisa membangun jalan underpass untuk jalan nasional yang ada,” kata Landika dari Perencana dan Pengelola Jalan Nasional (P2JN) mewakili Kepala BBPJN VII.
Pembangunan jalan underpass Inul Lignite, dilakukan KPC dengan kontraktor PT WIKA. Jalan lintas tambang lebarnya 20 meter dan tingginya 9,8 meter. Ketinggian ini dirancang untuk mengakomodasi excavator Liebherr R996, yang tingginya mencapai 9,2 meter. Menandai peresemian, dilakukan ujicoba menggunakan truck HD Caterpillar 789D bernomor lambung 773. Truck dengan tinggi 6,5 meter ditambah gundukan overburden sekitar 1,5 meter dengabn mulus melintas.
Sementara jembatan untuk perlintasan jalan umum dibangun berukuran panjang 30 meter, dengan lebar 9,5 meter ditambah jalur lalu lintasnya 7 meter dengan trotoar di kedua sisi jalan masing-masing 1,25 meter.
General Mining Development Division (GM MDD) Shane Bennett menyebutkan pembangunan proyek underpass tersebut berkat sentuhan pada insinyur sipil, Mining dan Geotechnical KPC. “Para insinyur Sipil, Mining dan Geotechnical KPC telah mengembangkan rencana dan desain untuk underpass Inul Lignite ini,” kata Shane seraya menambahkan dalam proyek monumental ini banyak pencapaian ditorehkan diantaranya ada i efisiensi proyek dengan total penghematan 15 persen di bawah rencana dan tidak adanya kecelakaan kerja selama pelaksanaan proyek.
Acting Chief Operating Officer (COO) KPC Armstrong Tobing mengatakan, pembangunan underpass Inul Lignite merupakan bagian dari strategi KPC yang akan menargetkan produksi batubara sebanyak 62 juta ton pada tahun 2016 ini. Proyek Inul Lignite ini merupakan bagian dari pengembangan strategi penambangan KPC untuk mendukung rencana penambangan 62 juta ton pada tahun 2016 ini. “Terima kasih kepada semua pihak sehingga proyek ini bisa selesai dengan baik,” kata Armstrong.
Disebutkan Armstrong, KPC tetap berkomitmen untuk memenuhi peraturan pemerintah terutama Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur Nomor 10 tahun 2012 dan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum nomor 20/PRT/M/2010 tentang Pedoman Pemanfaatan dan Penggunaan Bagian-Bagian Jalan. Menurutnya, dalam Perda jika ada perlintasan dengan jalan umum maka perusahaan tambang harus membangun underpass atau overpass. “Peraturan pemerintah mengatakan jika ingin crossing, kita harus membangun proyek underpass atau overpass sehingga tidak mengganggu fasilitas umum. Ini merupakan salah satu komitmen KPC untuk selalu mematuhi peraturan pemerintah,” bebernya.
Pembangunan underpass merupakan solusi bagi perlintasan jalan tambang dengan jalan umum. Rencananya, KPC akan membangun dua jalan underpass yakni di CH 14000 dan Inul Lignite. Sekedar diketahui type underpass di Inul Lignite berbeda dengan yang lazim dibangun di Provinsi Kalimantan Selatan.(SK-04/SK-14)