Beranda hukum Akui Khilaf, Rudi Minta Maaf dan Janji Tidak Mengulangi

Akui Khilaf, Rudi Minta Maaf dan Janji Tidak Mengulangi

0
Kajari Kutim Romlan Robin saat menyerahkan berita acara dan SK Restoratife Justice kepada Rudi, disaksikan Hasnidar selaku korban dan jajaran Kejari Kutim, Jum'at (27/10/2023)

Loading

SuaraKutim.com, Sangatta – Rudi (40) akhirnya bisa bernafas lega usai menerima surat keputusan penghentian penyidikan dan Restoratif Justice (RJ) yang diserahkan langsung Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kutai Timur Romlan Robin, Jum’at (27/10/2023) di kantor Kejari Kutim. Disaksikan Hasnidar (42) sebagai korban dan sejumlah pejabat Kejari Kutim, Rudi bisa kembali berkumpul bersama istri dan kedua anaknya di rumah.

Usai prosesi RJ, Rudi terlihat sangat lega hingga tidak bisa mengucapkan banyak kata. Pria berperawakan sedang ini dengan mata berkaca-kaca beberapa kali terlihat menciumi kedua anaknya yang sudah ditinggalkan selama mendekam di sel Polres Kutim dalam menjalani pemeriksaan kerkara pencurian yang telah dilakukannya. Kepada wartawan yang menemui, Rudi hanya mengungkapkan permohonan maaf atas tindakannya mengambil tas milik Hasnidar. “Saya khilaf, saya minta maaf dan janji tidak akan mengulangi (mencuri, red) lagi”, ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Kajari Kutim Romlan Robin saat melepas rompi tahanan yang dikenakan Rudi saat proses Restoratife Justice, disaksikan korban Hasnidar dan jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari Kutim), Jum’at (27/10/2023)

Didampingi sang istri, Rudi sangat berterimakasih kepada semua pihak yang sudah berbaik hati dan hingga perkaranya berakhir tanpa harus menjalani persidangan. “Saya ucapkan terimakasih banyak kepada pihak Kejaksaan (Kutim, red), Polres Kutim dan tentunya kepada korban dan keluarga yang sudah berbaik hati dan membantu agar perkara ini bisa diselesaikan secara damai dan kekeluargaan”, pungkasnya.

Sementara itu Hasnidar yang menjadi korban mengaku sudah legowo memaafkan Rudi. Didampingi Suami, dirinya mengaku masih memiliki trauma atas kejadian yang menimpa dirinya. Pasalnya pada saat kejadian dirinya baru saja pulang dari sekolah bersama anaknya. Saat berada di kamar mandi untuk bebersih diri sebelum melaksanakan sholat dzuhur, Hasnidar mengaku pendengar seperti ada langkah orang yang masuk ke dalam rumahnya. Dan benar saja, saat menengok ke luar kamar mandi, dirirnya melihat pelaku saat hendak melangkah keluar pintu meninggalkan rumahnya.

“Saya baru pulang dari sekolah dengan anak saya, karena mau sholat jadi langsung bebersih diri dulu di kamar mandi. Kemudian saya mendengar seperti ada langkah kaki orang di dalam rumah, saya kira anak saya yang kecil. Saat saya liat keluar (kamar mandi, red) anak saya lagi tertidur di atas kursi tamu dan ternyata ada orang yang saya tidak kenal mau keluar pintu rumah saya. Jadi saya liat dia (pelaku, red) membawa tas saya dan saya teriak ke dia untuk tidak membawa tas saya, namun dia langsung pergi”, ucap perempuan yang berprofesi sebagai seorang guru pada salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Sangatta.

Meski mengaku sudah memaafkan pelaku, Hasnidar tetap berharap Rudi memiliki iktikad baik untuk mencari tas miliknya yang telah dibuang di kanal satu dekat pasar induk. Karena di dalam tas tersebut ada sejumlah dokumen penting dan berharga miliknya, termasuk uang gaji pertamanya saat diangkat menjadi PNS, yang disimpan sebagai kenang-kenangan.

“Saya sudah ikhlas dan logowo memaafkan dia (Rudi, red), tapi tolong dicari dan temukan tas saya itu dan isinya karena ada dokumen berharga. Termasuk ada uang gaji saya pertama kali saat diangkat sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil, red). Uang itu sengaja saya simpan rapi di dalam tas tersebut sebagai kenang-kenangan dan bukti makbulnya do’a ibu saya. Semoga dia bisa menemukannya (tas, red) itu lagi”, harapnya.(Red/SK-01)