Beranda hukum Camat Diminta Cegah Pembakaran Lahan, Ajak Warga Rubah Cara Bertani

Camat Diminta Cegah Pembakaran Lahan, Ajak Warga Rubah Cara Bertani

721
0
Salah satu lahan yang dibakar warga untuk bercocok tanam

SANGATTA (7/9-2017)
Masihnya sebagian masyarakat bercocok tanam dengan pola lama seperti membuka lahan dengan membakar lahan, diharapkan Bupati Ismunandar menjadi perhatian camat. Pola bertanam yang membakar lahan, diakui Ismu berdampak terhadap lingkungan namun jika dirubah dratis masyarakat akan kesulitan mendapatkan sumber pangan terutama beras.
“Masuknya musim penghujan merupakan pertanda bagi masyarakat yang hidup di pedalaman sebagai datangnya musim bercocok tanam, jika sudah memasuki musim taman masyarakat yang menumpukan hidupnya dari usaha bercocok tanam dan berladang mulai melakukan pembakaran ladang sebagai bentuk dari cara pengolahan lahan,” ungkap Ismu saat memberikan pengarahan kepada jajaran SKPD dan Camat.
Lenbih, jauh ia menegaskan, membuka lahan dengan membakar dilarang karena berdampak terhadap lingkungan termasuk kebakaran hutan. Ia menaruh harapan, Camat terutama yang lahannya selama ini menjadi diperintahkan Ismu melakukan pembinaan serta membuat kajian ilmiah atau kajian akademis terkait upaya merubah pola hidup masyarakat dari berladang menjadi tidak berladang.
Ia menggambarkan kondisi masyarakat Busang yang pola pertaniannya mengandalkan padi gunung. “ Pola bercocok tanam mereka secara turun temurun yakni menanam padi di gunung, sehingga melakukan pembukaan lahan dengan sistem membakar. Pola berladang seperti inilah yang harus dirubah namun imbasnya adalah masyarakat pasti tidak akan memiliki stok beras jika mereka tidak berladang dalam waktu tertentu,” beber Ismu.
Melalui para camat dan SKPD teknis seperti Dinas Pertanian, serta Ketahanan Pangan ia minta dilakukan kajian dan pembinaan agar masyarakat bisa merubah pola bertaninya. “Jika perlu, ajak STIPER yang mempunyai tenaga ahli di bidang pertanian,” sebut Ismu.(SK3)

Artikulli paraprakKaum Muda Kutim, Kutuk Kebrutalan Militer Myanmar Terhadap Warga Rohingnya
Artikulli tjetërMusyaffa : Perkebunan Sawit Belum Berdampak Langsung Terhadap APBD Kutim