Beranda kutim adv pemkab Digelar Tiga Hari, Peserta Simulasi Siaga Kebencanaan Karhutla Diajarkan Pencegahan Hingga Penanganan...

Digelar Tiga Hari, Peserta Simulasi Siaga Kebencanaan Karhutla Diajarkan Pencegahan Hingga Penanganan Kebakaran

0
Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kutim, Muhammad Naim

Loading

SuaraKutim.com, Sangatta — Setelah sempat vakum selama dua tahun akibat pandemi Covid-19, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Timur kembali melaksanakan simulasi siaga pencegahan serta kesiapsiagaan bencana kebakaran hutan dan lahan tahun 2022.

Berpusat di lapangan helipad kawasan perkantoran Pemerintah Kutai Timur di Bukit Pelangi, Sangatta Utara, kegiatan simulasi ini dilaksanakan selama tiga hari, 21-23 November 2022. Demikian disampaikan Kepala BPBD Kutim melalui Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan, Muhammad Naim.

“Covid-19 adalah bencana yang harus ditangani bersama. Sehingga simulasi (Karhutla, red) seperti ini, terakhir di laksanakan pada tahun 2019 lalu. Sampai pada akhirnya berangsur-angsur Covid-19 ini turun. Karena tidak ditemukan yang sangat berarti, maka di tahun 2022 ini BPBD Kutim kembali mengadakan simulasi seperti 2019,” terangnya.

Peserta Simulasi Siaga Kebencanaan Karhutla Kutim 2022

Dalam kegiatan simulasi tersebut, diikuti oleh unsur TNI-Polri dan berbagai organisasi masyarakat yang ada di Kutai Timur. Mereka yang mengikuti simulasi punya peran tersendiri ketika terjadinya bencana di Kutai Timur ini.

“Ada sekitar 50-80 orang mengikuti simulasi ini, baik dari TNI dan Polri serta ormas seperti ada Senkom, HIKMA, Orari, Tagana, PMI dan lainnya,” ucapnya.

Semua peserta yang ikut diajarkan untuk melakukan proses pelaporan apabila terjadi kebakaran. Kemudian, mereka dilatih saat melakukan evakuasi kebakaran menggunakan mobil khusus pemadam api yang diiringi dengan tim patroli roda dua, hingga teknik memadamkan api.

“Apa yang diajarkan dalam simulasi ini penting diketahui para peserta, agar mereka mengetahui teknik pencegahan dan penanggulangan kebakaran yang benar,” ungkapnya.

Disamping itu, tujuannya untuk menyadarkan masyarakat betapa pentingnya menjaga lingkungan.

“Kita ingin lingkungan terjaga, tidak asal membakar lahan maupun hutan. Apabila mau membuka lahan, tentu ada mekanisme yang harus diikuti. Tolong jangan sampai membakar lahan karena dampaknya luar biasa, bisa menyebar dan sebagainya,” pesanannya.(Adv/Red/SK-03)