Beranda ekonomi Kepala BWS Kalimantan IV Sebut Kondisi Sungai Sangatta Memprihatinkan

Kepala BWS Kalimantan IV Sebut Kondisi Sungai Sangatta Memprihatinkan

0

Loading

SUARAKUTIM.COM; SANGATTA — Tidak bisa dipungkiri, kondisi Sungai Sangatta pasca musibah banjir yang melanda Sangatta pada bulan Maret 2022 lalu, kini sangat memprihatikan. Hal ini diungkapkan langsung Kepala Balai Wilayah Sungai Regional IV Kalimantan, Harya Muldianto saat meninjau langsung kondisi Sungai Sangatta bersama rombongan kunjungan kerja lapangan anggota DPR-RI, Irwan, Sabtu (25/6/2022) kemarin.

Kepala BWS Kalimantan IV, Harya Muldianto (baju putih berdiri) di atas perahu karet saat mengamati kondisi Sungai Sangatta, Sabtu (25/6/2022) kemarin.

“Jadi kami sudah melihat Sungai Sangatta ini, kondisinya memang cukup memprihatinkan. Ini masih dilihat secara visual ya, belum diteliti secara teknis,” ujar Harya kepada awak media, Sabtu (25/6/2022).

Lanjutnya, memang secara visual terlihat jelas bahwa Sungai Sangatta tidak mampu dilewati debit air dalam kapasitas besar, sehingga mudah terjadi banjir besar seperti yang terjadi di Sangatta beberapa waktu lalu.

“Secara visual itu kondisi sungai memang tidak mampu dilewati oleh debit banjir yang kemarin terjadi, sehingga air dari sungai itu meluap ke daerah kawasan pemukiman, kawasan perkebunan, persawahan dan lainnya. Setelah ini akan kami coba telaah sembari menunggu arahan dari pimpinan kami,” jelasnya.

Ditambahkan Harya, dengan panjang 92 kilometer, Sungai Sangatta yang berada di wilayah Kutai Timur ini masuk di dalam wilayah sungai karangan yang menjadi kewenangan dari provinsi Kaltim. Tentunya perlu ada pembahasan dan kajian secara lengkap dengan perencanaan yang melibatkan semua pihak. Mulai dari Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat) Kaltim, Dinas PU Kutim dan juga Forum DAS (Daerah Aliran Sungai) Kutim. Tidak lupa pihak perusahaan yang beroperasi di wilayah hulu Sungai Sangatta.

“Kalau nanti kita harus tangani, harus dimulai dengan proses perencanaan dulu. Kita langsung lakukan kajian perencanaan, untuk menentukan penanganan yang tepat itu seperti apa. Sebab dengan luasan dan panjang sungai yang ada ini, ya tidak bisa kita tuntaskan dalam satu waktu, tapi secara bertahap. Jadi setelah ini nanti kita akan diskusi lagi dengan teman-teman dinas PU ya baik yang di kabupaten Kutai Timur maupun di Provinsi, juga Forum DAS dan pihak perusahaan yang beroperasi di hulu Sungai Sangatta, seputar permasalahan-permasalahan yang ada di sekitar wilayah atau aliran Sungai Sangatta ini,” tutup Harya.(Red/Win)