Beranda ekonomi Minum Kopi Sambil Kumpulkan Informasi Belitung

Minum Kopi Sambil Kumpulkan Informasi Belitung

1906
0
Warung Kopi Ake di Jalan KV Senang Tanjung Pandan yang sudah ditangani empat generasi

SEBAGAI DAERAH KEPULAUAN Belitung dan Beliting Timur dalam beberapa tahun terakhir menjadi pembicaraan wisatawan, terlebih bagi mereka yang suka travel. Maklum saja, untuk menjangkau Belitung tidaklah sulit karena setiap hari tersedia transportasi yang nyaman dan cepat.
kopi ake Wisatawan yang datang ke Belitung memang selalu disuguhi dengan berbagai obyek wisata menarik, termasuk kopi. Karenanya, kebanyakan warga Belitung mengatakan tidak lengkap jika belum ke Manggar yang disebut sebagai Kota Kedai 1001 kopi.
Kenapa Belitung tidak kalah dengan masyarakat Medan atau Aceh dalam hal mengopi, ini tiada lain karena sejak dulu warga Belitung suka minum kopi terutama sebelum pergi menambang, melauta atau ke kebun. “Abang tak lengkap jika belum ke Manggar, disanalah Kota Kopi atau lebih dikenal dengan Kota 1001 Warung Kopi,” kata Hasbih warga Belitung.
Jarak antara Desa Gantong dengan Manggar sebagai Ibukota Belitung Timur memang tidak jauh, dengan jalan yang rada sepi waktu yang diperlukan tidak lebih 20 menit. Ketika memasuki Kota Manggar, memang paling banyak kedai atau warung yang menjajakan kopi.
Minum kopi memang menjadi ciri khas warga Belitung, setiap tempat selalu tampak wargaya sedang menikmati kopi. Tidak hanya di Belitung Timur, di Teluk Pandan sebagai Ibukota Belitung juga banyak terdapat kedai kopi.
Menurut Hasbih, kedai kopi yang ada tidak lebih seperti media center sehingga warga tidak perlu membeli Koran cukup nimbrung di kedai kopi semua informasi ada. Salah satu kedai terkenal yakni Warung Kopi Ake yang terletak di Jalan KV Senang Tanjung Pandan.
Warung Kopi disebut-sebut sebagai warung kopi tertua di Belitung, bahkan ada yang menyebut sejak jaman jayanya timah. Yang pasti, Warung Kopi Ake kabarnya ditangani empat generasi. Warung ini pertama kali didirikan oleh kakek Ake bernama Akiong.
Proses pembuatan secangkir kopi di Belitung memang berbeda dengan daerah lain yang biasanya ampas kopi selalu ada dalam gelas. Sedang di Belitung, bubuk kopi dibuat dalam gelas besar kemudian disaring dengan kain kasa untuk masing-masing gelas. “Ampasnya memang tidak ada, jika mau tambah susu juga bisa atau jahe,” kata Hasbih.(SK-09/bersambung)

Artikulli paraprakBatam Bisa Menjadi Lintasan Pengedar Narkoba
Artikulli tjetërIngin Gedung Layak, Bapasida Harapkan Dukungan Pemprov