Beranda ekonomi Selamatkan LH, Pemprov Bangun Conveyor di Maloy

Selamatkan LH, Pemprov Bangun Conveyor di Maloy

3134
0
Kondisi jalan yang dibangun di kawasan KIPI Maloy Kaliorang

SANGATTA,Suara Kutim.com (11/3)
Pemprov Kaltim pada tahun 2016 mendatang akan menggelontorkan sejumlah dana untuk pembangunan di Kutim. Kepala Bidang Stapel Bappeda Kaltim, H Taufik Hermawan, menyebutkan pembangunan kawasan Maloy menjadi perhatian Pemprov Kaltim.

Kesibukan di  pelabuhan Maloy Kaliorang setiap hari.
Kesibukan di pelabuhan Maloy Kaliorang setiap hari.
Kepada wartawan seusai pembukaan Musrenbang Kutim, Rabu (11/3) menyebutkan pelabuhan Maloy nantinya akan dibangun dengan mengedepankan penyelamatan lingkungan hidup. “Untuk pelabuhan nantinya ada conveyor sepanjang 300 meter, memang ada pemancangan tiang pancang namun tidak akan merusak lingkungan terutama terumbu karang yang ada,” sebut Taufik.
Disebutkan pada tahun 2015 pembangunan akan bangun sejumlah fasilitas seperti air bersih, tangki timbun, serta tapak kawasan industry. Diakui Taufik, kawasan Gunung Sekerat akan dipertahankan untuk pemenuhan kebutuhan air bersih termasuk bendungan di Kaliorang. “Untuk kebutuhan air bersih di Maloy akan dibangun sumur dalam, dengan demikian mampu menggugah minat investor,” sebut Taufik.
Meski demikian, ia tidak persis berapa dana yang dialokasikan untuk Maloy karena pengucuran dana ada disejumlah SKPD seperti Dinas Perhubungan, Perindag serta PU. Namun, Taufik meyakinkan Maloy akan menjadi kawasan industry terbesar di asia namun tetap ramah lingkungan.
Sebelumnya, ia menyebutkan pada tahun 2016, Pemprov Kaltim mengindikasikan sejumlah paket proyek infrastruktur di Kutim yakni pemeliharaan jalan Simpang Batu Ampar – Batu Ampar, Lanjutan pembangunan Bedungan Kaliorang, Pembangunan irigasi Rantau Pulung, Pembangunan SPAM dan IPA Sekerat, Pembangunan IPA berkapasitas 10 liter perdetik berikut jaringan di Desa Sangkima Sangatta Selatan dan Rantau Sentosa, Pembangunan waduk di Sangatta, Penyelesaian sisi darat Pelabuhan Kenyamukan, Pembangunan Bandara Uyang Lahai di Kongbeng serta pembangunan RLH. (SK-08)

Artikulli paraprakWabup : BPKP Akan Audit Dokumen Perencanaan
Artikulli tjetërRp 1 hingga Rp3 M Untuk Proyek Jaring Asmara